Student Coaching di Institut Teknologi Bandung

0

Delapan puluh coach mendatangi kampus ITB (Institut Teknologi Bandung) pada hari Sabtu, 8 Oktober 2016 yang lalu. Mereka hadir untuk memberikan sesi kedua dalam dalam rangkaian Student Coaching bagi 270 mahasiswa program studi TI dan MRI di fakultas Teknologi Industri ITB.

“Kami menyambut baik inisiatif pihak jurusan yang memanfaatkan coaching dalam mempercepat mahasiswanya agar comply dengan standar akreditasi sekolah engineering di TI dan MRI, ” tutur Naindra Pramudita, yang juga biasa dipanggil Dita, selaku Direktur Coaching Indonesia Academy,

Sesuai dengan standar akreditasi ini, para mahasiswa yang lulus dinilai kompetensinya ketika mereka masuk ke dunia kerja. Pihak jurusan memutuskan untuk menggunakan coaching sebagai sarana penambah kemampuan soft skills bagi para mahasiswanya.

coaching-itb3

Laurencia Lina memberikan coaching talk di pembukaan sesi.

Dita menambahkan tujuan dari coaching di TI dan MRI ITB ini untuk membangkitkan awareness para mahasiswa tentang pentingnya memiliki soft skill dan kemampuan komunikasi serta kerja sama yan baik. “Program ini juga membantu mereka untuk punya kemampuan mengenal diri sendiri, termasuk di dalamnya memahami kekuatan, kekurangan diri, serta apa yang mau dituju setelah menyelesaikan pendidikan S1, ” ia menegaskan.

Studi yang dibuat oleh Future of Jobs Report, World Economics Forum, menyebutkan employability skills yang menjadi tuntutan dalam 10 tahun ke depan bukan lagi pada cognitive values tapi merujuk pada soft skills values seperti Complex Problem Solving, People Management, Critical Thinking, Creavity, dan lainnya.

Tema yang diangkat di sesi coaching kedua ini adalah effective communication, yang membantu mahasiswa mengenal kecenderungan kepribadian manusia dan bagaimana caranya agar dapat berkomunikasi lebih efektif dengan masing-masing kecenderungan tipe tersebut.

coaching-itb2

Suasana sesi coaching bersama mahasiswa.

Cintia Yuwita, salah satu mahasiswa ITB angkatan 2013 menyatakan di sesi ini ia memperoleh pemahaman tentang tipe-tipe orang dan bagaimana cara berkomunikasi dengan orang dengan karakter berbeda. “Saya sekarang tahu tipe-tipe karakter, tidak ada yang baik dan buruk, yang pasti pemahaman ini membantu saya dalam berkomunikasi dan bekerjasama dengan mereka, ” ujar Cintia di akhir sesi.

Student Coaching untuk mahasiswa TI dan MRI ITB ini sendiri merupakan rangkaian dari program Impact Movement yang dicetuskan untuk menciptakan perubahan pada 1 juta orang di Indonesia melalui coaching.

Baca juga:

Berminat Menjadi Coach?
Impact Movement, Making a Difference to a Million People through Coaching

Share.

Comments are closed.