Manfaat Coaching bagi Perusahaan

Manfaat Coaching bagi Perusahaan

Perusahaan-perusahaan besar yang memiliki daya saing tinggi dikenal memiliki budaya coaching yang kuat. Ini ditandai dengan adanya aktivitas coaching yang dijalankan secara berkala kepada karyawan-karyawannya.

Saat ini coaching di dunia korporasi sedang menjadi tren. Dalam konteks people development, coaching mengambil porsi 20% dibandingkan training yang besarnya 10%. Sisa 70% dialokasikan untuk assignment atau keterlibatan seseorang dalam pengerjaan proyek/program.

Manfaat Coaching bagi Individu dan Perusahaan

Berbeda dengan training yang sifatnya jangka pendek, coaching diberikan dalam rentang waktu panjang 6-12 bulan melalui serangkaian pertemuan yang berkesinambungan. Di periode tersebut seorang coach membantu coachee mengoptimalkan potensi dirinya dalam mencapai satu tujuan tertentu.
Oleh karenanya, dalam prinsip coaching seseorang tidak hanya dinilai dari tercapai atau tidak tercapainya tujuan kinerja dia, namun juga potensi atau talenta yang muncul dalam proses pencapaian tujuan tersebut. Seorang coach membantu coachee berpikir kreatif, menemukan ide-ide baru dan menjaga motivasi untuk mengambil tindakan terbaik.

Program Leader as Coach melatih manajer menjadi coach bagi timnya untuk peningkatan performance dan engagement.

Manfaat coaching bagi perusahaan bisa diukur dengan meningkatnya employee engagement (kerjasama antar individu, kolaborasi, motivasi) dan tercapainya obyektif kinerja (target bisnis). Meskipun prosesnya mungkin tidak terjadi dalam sekejap, namun inisiatif coaching layak dilakukan untuk sustainability (ketahanan) organisasi dalam jangka panjang.

Aplikasi Coaching di Perusahaan

Aktivitas coaching di perusahaan idealnya diberikan dalam program jangka panjang dengan sasaran-sasaran strategis seperti:

  • Pengembangan Kepemimpinan (Leadership Development), program coaching yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas seseorang dalam memimpin tim dan organisasi.
  • Pengembangan Talenta (Talent Development), coaching yang ditujukan untuk grooming individu-individu berpotensi yang diharapkan menjadi successor di organisasi.
  • Peningkatan Kinerja (Performance Improvement), coaching yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas karyawan dalam mencapai obyektif kinerja dan bisnis.
  • Identifikasi Peluang Baru, coaching yang dilakukan secara kelompok antar unit untuk menelurkan strategi-strategi baru dalam menangkap peluang pasar.
  • Perubahan Perilaku (Behavioral Change), coaching yang ditujukan untuk menciptakan kesamaan mindset dan perilaku semua karyawan sesuai dengan visi dan nilai-nilai organisasi.

Masih banyak lagi aplikasi coaching di organisasi yang intinya dilakukan ketika pihak perusahaan menetapkan tujuan jangka panjang yang melibatkan keterlibatan semua pihak.

Siapa yang Melakukan Coaching?

Coaching bisa diberikan oleh pihak luar sebagai coach eksternal yang memang khusus dikontrak untuk membantu pihak organisasi mencapai tujuan. Pilihan ini diambil bila organisasi tidak memiliki sumber daya kompeten yang mampu menjalankan coaching atau memerlukan pihak lain yang berdiri netral.
Di sisi lain, ada baiknya pula pihak organisasi menyiapkan sumber daya yang siap terjun sebagai coach internal. Umumnya coach internal ini diwakili oleh manajer-manajer yang sudah mendapatkan pelatihan kompetensi coaching.

Mereka tidak hanya diharapkan dapat melakukan coaching, tapi juga mendapatkan pengalaman sebagai pemimpin yang mampu mengembangkan orang lain.
Menyiapkan internal coach melalui program pelatihan coaching yang komprehensif.

× Whatsapp Us