{"id":3624,"date":"2016-07-10T08:55:23","date_gmt":"2016-07-10T08:55:23","guid":{"rendered":"http:\/\/coachingindonesia.localapps\/?p=3624"},"modified":"2024-07-01T07:25:40","modified_gmt":"2024-07-01T07:25:40","slug":"coaching-outside-the-box","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/index.php\/coaching-outside-the-box\/","title":{"rendered":"Coaching Outside the Box"},"content":{"rendered":"<p><em>Apa yang bisa membuat seseorang berubah?<\/em><\/p>\n<p>Barangkali Anda pernah merasakan bagaimana sulitnya merubah perilaku seseorang. Manusia seperti mesin komputer dengan beragam software dan pengkondisian. Upaya kita untuk merubah perilaku secara langsung mendapatkan resistensi dari programming akibat pengkondisian masa lalu.<\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #ff6600;\">Think, Decide, &amp; Adapt<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Sebuah studi psikologi yang dilakukan\u00a0 di University of Hertfordshire di United Kingdom membuktikan bahwa seseorang bisa berubah ketika ia ditantang dengan situasi baru yang membuatnya berpikir untuk beradaptasi.<\/p>\n<p>Sebagai ilustrasi, Anda yang tinggal di Jakarta pasti merasakan kemacetan luar biasa setiap pagi di hari kerja. Apa yang Anda lakukan untuk tiba di kantor tepat waktu? Pastinya Anda memikirkan cara-cara untuk mengatasi tantangan kemacetan ini. Entah dengan berangkat lebih pagi atau naik busway atau apa saja. Intinya Anda mengeksplorasi pilihan-pilihan untuk keluar dari masalah.<\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #ff6600;\">Exploring Possibilities<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Membantu orang untuk berubah pada dasarnya men-<em>challenge<\/em> mereka untuk berpikir berbeda \u2013 tidak lagi berpikir <em>default<\/em> yang itu lagi itu lagi. Coaching kita fokuskan pada eksplorasi ide-ide yang bisa membuka kemungkinan-kemungkinan <em>(possibilities)<\/em> baru di masa depan.<\/p>\n<p>Kebanyakan orang terperangkap di \u201cbox\u201d berpikir mereka akibat pengkondisian masa lalu. Coaching membantu kita untuk keluar dari \u201cbox\u201d dengan eksplorasi ide-ide dan mengambil keputusan untuk beradaptasi dengan situasi baru yang kita inginkan.<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-14371 alignleft\" src=\"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/afa-black-275x300.png\" alt=\"\" width=\"130\" height=\"142\" srcset=\"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/afa-black-275x300.png 275w, https:\/\/www.coachingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/afa-black-600x656.png 600w, https:\/\/www.coachingindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/afa-black.png 722w\" sizes=\"(max-width: 130px) 100vw, 130px\" \/>Al Falaq Arsendatama, MCC<\/strong><br \/>\nExecutive Coach<br \/>\nICF Professional Certified Coach<br \/>\nAuthor of &#8220;Melampaui Batas Leadership dengan Coaching&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Coaching membantu kita untuk keluar dari \u201cbox\u201d dengan eksplorasi ide-ide dan mengambil keputusan untuk beradaptasi dengan situasi baru yang kita inginkan.","protected":false},"author":1,"featured_media":18752,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-3624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3624"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3624\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19091,"href":"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3624\/revisions\/19091"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.coachingindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}